Manajemen Proyek Perangkat Lunak


Assalamuallaikum Wr. Wb.
你好
Willkommen zurück auf meinem Blog


PROYEK

Proyek adalah suatu kegiatan yang bersifat temporer (dalam waktu tertentu) yang berguna untuk menghasilkan suatu produk yang spesifik atau memberikan suatu layanan yang spesifik pada bidang keahlian tertentu. Berbeda dengan halnya suatu pekerjaan tetap yang dilakukan secara terus-menerus dan tetap, proyek sifatnya tidak rutin dilakukan yang artinya suatu proyek hanya dilakukan selama periode waktu tertentu saja (terbatas/deadline, ada start dan end). Proyek dilakukan oleh suatu tim khusus yang anggotanya terdiri dari orang ahli (expert) pada suatu bidang tertentu yang sesuai dengan proyek yang akan dikerjakan, namun biasanya expert ini melakukan sebuah proyek di luar dari pekerjaan tetap mereka.
Proyek sendiri merupakan hasil kombinasi dari berbagai macam sumber daya (resource), yaitu human, finance, technical, dan administrative. Proyek sendiri memiliki kriteria umum, yaitu adanya awal-akhir proyek, jadwa, biaya, batasan kualitas, usaha yang spesifik, ada batasan-batasan risiko, dan sejumlah scope yang harus dilaksanakan.

STAKEHOLDER

            Pada suatu poyek tentunya akan melibatkan tidak hanya satu atau sebuah stakeholder saja, tetapi melibatkan banyak stakeholder untuk mencapai tujuan atau hasil sesuai dengan yang diharapkan. Berikut ini adlah beberapa stakeholder yang terlibat di dalam suatu proyek.
          a.                   Project Sponsor
Merupakan suatu stakeholder yang terlibat dalam proyek sebagai pemilik dan/atau pemberi tugas proyek.
          b.                  Project Manager
Merupakan unsur sentral yang bekerja di dalam proyek dengan seluruh stakeholder lainnya (penghubung antara project sponsor dan project team).
          c.                   Project Team
Merupakan stakeholder yang khusus secara langsung menangani secara keseluruhan proyek yang berjalan, misalnya dalam proyek perangkat lunak ialah software developer.
          d.                  Support Staff
Merupakan staf bagian yang memberikan dukungan terhadap jalannya proyek yang sedang dijalankan.
          e.                   Environment
          f.                   Executive
Merupakan stakeholder yang bisanya juga sebagai decision maker level manajerial dalam jalannya proyek tertentu.
          g.                  Supplier
Merupakan bagian yang menangani penyediaan dan penyuplaian material dan bahan yang digunakan selama proyek berlangsung, misalnya dalam proyek konstruksi supplier bertugas dan bertanggung jawab dalam menyediakan material, seperti semen, pasir, batu, cat, kayu, besi, dll.

KRITRERIA PROYEK
Berikut ini adalah beberapa kriteria dari suatu proyek.
a.                   Proyek dibangun secara progressive elaboration, mulai dengan definisi yang luas kemudian secara bertahap didetilkan sehingga yang akan dilakukan pada proyek menjadi jelas atau dapat dikatakan selalu berkembang tiap waktunya.
b.                  Membutuhkan sumber daya dari berbagai area, seperti people, hardware, software, dll.
c.                   Harus adanya customer dan juga sponsor yang tentunya akan memberikan arahan serta pendanaan dari proyek yang dilaksanakan.
d.                  Pada saat proyek berjalan memunculkan ketidakpastian, seperti ketidakpastian dalam memastikan objektif, estimasi waktu penyelesaian, dan menentukan biaya.
e.                   Proyek lengkap jika goalnya tercapai.
f.                   Keberhasilan proyek dicapai jika mampu mencapai atau bahkan melebihi harapan atau goal yang diinginkan dan diharapkan oleh stakeholder.

MANAJEMEN

            Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti “tangan”. Dahulu manajemen digunakan dalam dunia olahraga, kemudian housekeeping, dan belakangan ini baru pada dunia bisnis dan pemerintahan.
Menurut George R. Terry, manajemen adalah proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain. Manajemen ialah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.
            Sedangkan menurut Theo Haimann dan William Scott, pengertian manajemen adalah proses sosio-teknikal yang memanfaatkan sumber daya, pengaruh, tindakan manusia dan fasilitas perubahan untuk mencapai tujuan organisasi.
            Maka, dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses kegiatan yang secara spesifik menggunakan sumber daya (resource) untuk merencanakan, mengkoordinasikan, mengatur, dan memaintain suatu pekerjaan tertentu, baik dalam kehidupan sehari-hari, keilmuan, seni, olahraga, maupun teknologi.

MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK

            Manajemen proyek perangkat lunak pada dasarnya terdiri dari tiga kata, yaitu manajemen, proyek, dan perangkat lunak (software). Seperti yang telah disebutkan di atas tentang pengertian manajemen dan proyek. Maka, dapat disimpulkan bahwa manajemen proyek perangkat lunak adalah suatu kegiatan struktral serta terorganisir yang dikerjakan dalam suatu periode tertentu (temporer) untuk mengelola, merancang, dan mengontrol proses pembuatan suatu rekayasa perangkat lunak (software). Proyek perangkat lunak tentunya dikerjakan oleh ahli (expert) di bidang teknologi informasi (IT), yang dapat mencakup software developer, web developer, UX designer, dll.

THE TRIPLE CONSTRAINT

            Dalam pelaksaannya, tentu suatu proyek memiliki suatu batasan-batasan agar hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan atau bahkan dapat melebihi. Berikut ini adsa tiga batasan dalam melaksanakan suatu proyek.
          a.                   Scope
Memuat batasan mengenai apa saja yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam pelaksanaan suatu proyek, yaitu dapat berupa spesifikasi produk yang akan dihasilkan.
          b.                  Time
Berupa batasan yang ditetapkan dalam menyelesaikan suatu proyek, yaitu berupa jadwal kegiatan yang dilakukan dan estimasi masing-masing waktunya, misalnya dalam membangun suatu aplikasi ditentukan berapa lama waktu dalam menganalisis, merancang, dan mulai melakukan pengcodingaannya.
          c.                   Cost
Memuat batasan biaya (budget) yang digunakan untuk menyelesaikan proyek.

ARE SOFTWARE PROJECT REALLY DIFFERENT FROM OTHER PROJECT?
Pada dasarnya tetaplah sama antara proyek membangun suatu perangkat lunak (software) dengan proyek-proyek lainnya. Hanya saja di dalam menjalankan proyek suatu perngkat lunak tidak terlepas dari 4 perbedaan yang paling dominan dilihat berdasarkan produk yang dihasilkan, yaitu invisibility, complexity, conformity, dan flexibility.

MAKE SOFTWARE MORE PROBLEMATIC TO BUILD THAN OTHER ENGINEERED ARTEFACTS
            Dalam menjalankan sebuah proyek perangkat lunak tentunya akan menjadi lebih rumit dibandingkan dengan menjalankan proyek-proyek engineer lainnya. Hal ini dikarenakan produk yang dihasilkan adalah sebuah perangkat lunak (software), dimana sebuah perangkat lunak (software) itu sangat kompleks dalam perancangan dan pengimplementasikannya, misalnya dalam membuat suatu aplikasi atau sistem tentunya akan ada sangat banyak fitur atau layanan yang diinginkan tersedia di aplikasi atau sistem tersebut oleh project sponsor (client) agar tercapainya tujuan yang diharapkan. Semakin banyak layanan yang diinginkan rersedia, maka biaya dan waktu pengerjaannya pun akan semakin besar pula. Di samping itu, sebuah perangkat lunak (software) adalah suatu produk yang hasilnya bersifat invisibility yang bentuk fisiknya tidak terlihat oleh kasat mata dan tidak dapat diukur secara fisik, misalnya dalam menjalankan proyek infrastruktur sudah jelas bentuk dan ukuran yang akan dibangun. Namun, di dalam membangun perangkat lunak tentunya aka nada batasan-batasan layanan yang diinginkan agar produk yang dihasilkan tepat sasaran sesuai yang diharapkan. Selain itu juga, di dalam membangun sebuah perangkat lunak (software), produk yang dihasilkan nantinya harus dapat dikembangkan secara terus-menerus sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan yang diinginkan, sehingga perangkat lunak (software) yang dibangun tidak boleh kaku dan stagnan.


Terima Kasih
谢谢
Danke Schön
.

Hoffentlich nützlich

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entity Relationship Diagram (ERD)

Abstraksi Data, Struktur Data, dan Model Basis Data Relasional