Abstraksi Data, Struktur Data, dan Model Basis Data Relasional
Assalamuallaikum Wr. Wb.
Willkommen zurück auf meinem Blog
ABSTRAKSI DATA YANG DIGAMBARKAN PADA ARSITEKTUR DBMS
Abstraksi data dapat diartikan sebagai tingkatan atau level dalam melihat suatu data di dalam sebuah basis data (data base). Arsitektur DBMS ialah sebuah struktur atau kerangka yang berfungsi sebagai pembangunan basis data (data base) yang nantinya untuk memisahkan antara bentuk fisik data dengan program aplikasi yang akan digunakan oleh pengguna (user).
Willkommen zurück auf meinem Blog
ABSTRAKSI DATA YANG DIGAMBARKAN PADA ARSITEKTUR DBMS
Abstraksi data dapat diartikan sebagai tingkatan atau level dalam melihat suatu data di dalam sebuah basis data (data base). Arsitektur DBMS ialah sebuah struktur atau kerangka yang berfungsi sebagai pembangunan basis data (data base) yang nantinya untuk memisahkan antara bentuk fisik data dengan program aplikasi yang akan digunakan oleh pengguna (user).
Abstraksi data dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu sebagaimana yang diuraikan di bawah ini.
1.
Level Fisik (Internal Level)
Level
fisik ini merupakan level paling rendah dari suatu abstraksi data. Level fisik
ini digambarkan oleh suatu skema fisik yang di mana didapatkan setelah adanya
skema konseptual pada tingkatan atau level konseptual. Pada tingkatan level
fisik ini struktur data yang terdapat di dalam basis data tersebut masih sangat
umum dan luas yang merupakan gabungan dari beberapa struktur data, yang
dijabarkan secara terperinci atau dapat dikatakan belum menunjukkan kepada
spesifik data tertentu, misalnya di dalam suatu basis data kepegawaian pada
level ini data yang digunakan hanya data pegawai secara umum, belum ke spesifik
data tertentu, misalnya data gaji pegawai, data pensiunan pegawai, dll. Pada level
ini sebenarnya lebih menggambarkan bagaimana data di dalam suatu basis data itu
dialokasikan atau disimpan, contohnya pada data mahasiswa terdapat atribut nama
mahasiswa yang disimpan di dalam hardisk
sepanjang 20 byte (sumber contoh: https://slideplayer.info/slide/12300155/).
2. Level Konseptual (Logical Level)
Pada
tingkatan level ini menggambarkan bentuk dari data yang disimpan secara
fungsional di dalam suatu basis data dan juga hubungan antara data-data yang ada
di dalam basis data tersebut. Misalnya pada sebuah basis data pegawai, maka
kumpulan-kumpulan data tersebut dapat berbentuk berupa tabel. Hasil dari level
konseptual ini ialah berupa skema konseptual dan juga biasanya digambarkan pada
sebuah diagram hubungan entitas atau ERD (Entity Relationship Diagram). Berikut
ini di bawah ialah contoh dari skema konseptual dari suatu data instansi
pendidikan (universitas) dan hubungannya dengan data fakultas, mahasiswa
dan/atau dosen, serta mata kuliah yang terkait dengan proses belajar mengajar
yang ada pada universitas tersebut.
Berikut
ini di bawah ialah contoh dari diagram hubungan entitas atau ERD dari suatu data
pegawai dalam mengerjakan suatu proyek yang diawasi oleh pengawas.
(Sumber Gambar: https://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/03/16/sistem-basis-data-entity-relationship-diagram-erd/)
3.
Level User
View (External Level)
Level
user view ini merupakan tingkatan
level yang paling tinggi, karena pada level ini menitikberatkan pada pandangan
dari pengguna (user), yang di mana
pada bagian tingkatan atau level ini telah menunjukkan ke bagian spesifik data
tertentu, misalnya data kepegawaian, maka pada level user view ini dipakai tidak keseluruhan dari data kepegawaian,
melainkan hanya terfokus pada data tertentu saja seperti data gaji pegawai, dan
lain-lain yang tentunya ini sudah bekerbalikan dengan level fisik, yang di mana
pengguna (user) dapat juga melihat data
lainnya karena data masih bersifat luas dan umum. Dalam artian lain, pada level
user view ini berfungsi untuk
menyederhanakan pandangan dari pengguna (user)
agar dengan mudah untuk menentukkan langkah selanjutnya, yaitu untuk menemukan
skema konseptual pada level konseptual. Hasil dari level user view ini biasanya masih digambarkan dalam bentuk narasi yang
tentunya datang dari kebutuhan pengguna (user)
terhadap suatu basis data (data base).
STRUKTUR/KONSEP BASIS DATA
Struktur
atau konsep basis data ini ialah merupakan struktur atau arsitektur penyusun
dari suatu sistem basis data. Sebelum terbentuknya suatu basis data, tentunya
harus ada struktur yang membangun basis data tersebut, struktur basis data ini meliputi,
karakter, field, record, dan file.
Secara
seerhananya, basis data ini terbentuk dari beberapa file, di dalam sebuah file
itu terdapat satu atau beberapa record
atau jika di dalam tabel disebut juga dengan baris yang di mana di dalam satu record/baris akan memuat banyak data field atau di dalam tabel disebut pula
sebagai kolom dan tentunya di dalam setiap kolom ini akan memuat karakter
tertentu yang berposisi sebagai penyusun dari suatu data. Berikut ini ialah
gambar ilustrasi dari struktur suatu basis data.
MODEL
BASIS DATA RELASIONAL
Model
basis data relasional ialah model yang biasanya berbentuk tabel yang di mana
tabel-tabel data tersebut memiliki keterhubungan atau relasi setingkat maupun berbeda
tingkat. Model relasional ini adalah model yang paling banyak digunakan saat
ini, karena model basis data relasional ini lebih sederhana dan lebih
dimengerti oleh programmer maupun user (pengguna) dibandingkan dengan
model basis data hirarki atau model basis data jaringan. Berikut ini ialah
contoh basis data dengan model relasional.
Istilah-istilah yang lazim digunakan di dalam model basis data
relasional ialah sebagai berikut.
a)
Relasi
Merupakan
dari tabel relasi itu sendiri yang terdiri satu atau beberapa kolom maupun
baris.
b)
Atribut
Merupakan
nama kepala atau header name dari
setiap baris tabel relasional.
c)
Tupel
Merupakan
baris di dalam tabel relasi.
d)
Derajat (degree) atau Arity
Merupakan
jumlah dari atribut di dalam tabel relasional. Relasi yang memiliki derajat satu atau hanya memiliki satu atribut saja disebut dengan unary, untuk relasi yang memiliki derajat dua atau dengan kata lain memiliki dua atribut disebut dengan binary, dan untuk relasi yang memiliki derajat tiga atau memiliki atribut sebanyak tiga disebut dengan ternary. Jika relasinya memiliki hingga derajat ke-n, maka disebut juga dengan n-ary.
e)
Kardinalitas
Ialah
jumlah tupel di dalam suatu tabel relasional.
Pada gambar tabel di atas, dapat
disimpulkan bahwa antara kedua tabel tersebut memiliki hubungan keterkaitan
atau relasional antara tabel yang pertama dan tabel yang kedua, yang di mana
pada tabel pertama memiliki atribut yaitu kodediv#, namadiv, dan lokasi,
sedangkan pada tabel kedua memiliki atribut NIP#, nama, alamat, gaji, dan
kodediv#. Untuk tupelnya sendiri pada tabel pertama contoh sampelnya ialah
Div03, Keuangan, dan Jakarta Selatan, sedangkan pada tabel kedua tupelnya contoh
sampelnya ialah 80100, Adi Kurniawan, Jl. Komplek Pelita, 5.000.000, dan Div02.
Selanjutnya, untuk derajatnya pada tabel pertama memiliki derajat berjumlah 3,
sedangkan pada tabel kedua derajatnya berjumlah 5. Untuk kardinalitasnya, pada
tabel pertama ialah berjumlah 4, sedangkan kardinalitas untuk tabel kedua ialah
berjumlah 6.
KARDINALITAS
Kardinalitas pada diagram entitas
digunakan untuk menunjukkan jumlah batas maksimum suatu entitas dapat berelasi
dengan entitas lainnya. Kardinalitas yang dapat terjadi antara dua himpunan
entitas ialah sebagai berikut.
a)
Satu ke Satu (One to One)
Suatu
himpunan entistas memiliki batas maksimum berelasi dengan himpunan relasi
lainnya hanya satu.
b)
Satu ke Banyak (One to Many)
Setiap
entitas pada suatu himpunan entitas yang dapat berelasi atau berhubungan dengan
banyak himpunan entits lainnya, tetapi tidak sebaliknya.
c)
Banyak ke Satu (Many to One)
Setiap entitas
pada suatu himpunan entitas hanya paling banyak berelasi dengan himpunan
entitas lainnya sebanyak satu, tetapi tidak sebaliknya.
d)
Banyak ke Banyak (Many to Many)
Setiap
entitas pada suatu himpunan entitas dapat berelasi dengan banyak himpunan
entitas lainnya, dan begitu juga sebaliknya.
Terima Kasih
Danke Schön
.
Hoffentlich nützlich
Komentar
Posting Komentar